Lompat ke konten

Curhat Sedih Seorang MUA, Hanya Dibayar Rp 50 Ribu Setelah Rias 6 Orang

Media sosial, RANCAH POST – Varganet menyayangkan komentar wanita yang berprofesi sebagai penata rias (MUA). Dia mendapatkan gaji yang sedikit setelah dia selesai merias wajah untuk kliennya.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, dia hanya dibayar 50 ribu rupee, meskipun dia terdiri dari 6 orang. Tentu saja jumlahnya tidak sebanding dengan apa yang dilakukannya.

MUA membagikan pengalaman tak menyenangkannya saat merias wajah kliennya melalui akun TikTok miliknya. @sarinurutamii 2 Agustus 2022

Karena kejadian ini, dia menjadi sangat terluka sehingga dia tidak bisa menahan air matanya.

“Bagaimana jika di tempatmu? Aku menangis sejadi-jadinya karena kesakitan, Ya Allah, tidak pernah terpikir olehku jika aku ingin seperti ini,” tulis MUA di deskripsi downloadnya.

Dalam video tersebut, ia awalnya membuka tentang mendapatkan pekerjaan makeup di sebuah acara. Dia tentu senang mendapatkan pekerjaan itu, meskipun kliennya membuat pemesanan mendadak.

“Kemarin aku dapat pekerjaan make up di sebuah acara, dia membuat pesanan tiba-tiba H-jam sebelum acara,” tulisnya dalam video.

Saya akhirnya berhasil, tetapi karena posisi saya, saya masih bekerja dan tinggal di rumah kos. Saya bilang akan pulang malam (posisi acara sudah dekat). Tapi karena malamnya hujan, akhirnya saya keluar dari kost Subuh (Sukabumi-Bogor) dengan jalan kaki,” sambungnya.

Setibanya di sana, MUA diminta menghadirkan 6 orang untuk acara tersebut. Saya merias wajah dari pukul 07.00 hingga 10.00 pagi.

“Dan saya mendapat 6 orang di acara itu, dari jam 7 pagi sampai jam 10 pagi,” jelasnya.

Dan setelah semuanya selesai, pihak yang mengatur acara bertanya tentang total harga yang harus dia bayar.

Namun, MUA tidak memungut biaya apapun karena dia dan kliennya sudah cukup akrab. Dia juga tidak meminta untuk segera dibayar.

Baca juga:   Update Harga Terbaru Oppo A96 di Indonesia, Turun Rp 200 Ribu

“Saya tinggal pesan ke keponakan saya di rumah kalau orangnya mau bayar dan tanya berapa. Anggap saja baru 6 orang (belum mau kasih tarif),” kata Kemendagri.

Namun apa yang mengejutkannya ketika beberapa hari kemudian klien hanya membayar 50 ribu rupee. Padahal di acara itu ada 6 orang.

Ia sangat merasa tidak puas karena pekerjaannya terkesan diremehkan oleh pelanggan.

“Meski kosmetik saya tidak murah, waktu tidak cukup, ilmu tidak gratis. Saya benar-benar tidak menerima bahwa pekerjaan saya diterima begitu saja,” tulisnya.

“Saya sedih, itu menyakitkan. Bagaimana Anda bisa bangga bahwa Anda menghargai karya orang lain? Padahal kosmetik saya tidak murah, waktu saya tidak singkat, ilmu saya tidak gratis,” ujarnya.

MUA memberi tahu orang tuanya tentang hal ini. Mereka juga memintanya untuk menerimanya.

“Tapi orang tua saya hanya bilang, biarkan saja, jangan ditegur. Jadi makanan saya mungkin tidak ada di dalamnya, tapi insya Allah akan lebih banyak lagi di tempat lain,” lanjutnya.

@sarinurutamii

Bagaimana jika itu di posisi Anda? Aku menangis sejadi-jadinya karena kesakitan, Ya Allah, tidak pernah terlintas dalam pikiranku jika aku ingin seperti ini

♬ proyektor pluto – al

MUA hanya dibayar 50 ribu rupee untuk cerita tersebut, meski ada 6 orang, hal ini pun membuat netizen kesal. Mereka menyarankan Kementerian Dalam Negeri untuk menetapkan tarif agar kejadian ini tidak terulang lagi.

IG: Fadilla_mua, “Harus tegas sama harganya kak! Gampang berubah, saudari dari pekerjaan lain”

Ranieta: “Harganya harus ditentukan sejak awal, tidak semua orang bisa membaca pikiran kita dan memahami harga standar untuk layanan kita😁”

ecideros: “Percayalah, saya pernah ragu untuk memberikan harga kepada teman saya ketika saya menjual buket uang dan saya salah paham, saya pikir dia mengerti karena dia kaya.”

Baca juga:   Cara Cek Komisi TikTok Affiliate Program

BACA JUGA: VIRAL MUA Cilik jago make up ala Bollywood, hasilnya bagus banget!

rachelgreny, “jika kami telah melakukan pekerjaan di industri jasa dan yakin dengan kemampuan kami, jangan ragu untuk menyebutkan harga, apakah itu pada jarak yang jauh atau dekat.”