Lompat ke konten

Heboh Kasus Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior, Pengurus Ponpes Minta Maaf

Berita Nasional, POS BEASISWA – Seorang santri Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, berinisial AM (17) asal Palembang, tewas diduga karena penganiayaan temannya.

Pesantren awalnya mengatakan bahwa AM meninggal karena jatuh karena kelelahan saat mengunjungi kamp pada hari Kamis dan Jumat (Perkajum). Namun, setelah melihat kondisi jenazah, pihak keluarga mempertanyakan penyebabnya.

Kasus meninggalnya AM yang diduga karena penganiayaan itu terungkap dari pengaduan ibunda AM, Soima, kepada pengacara Hotman, Paris Hutapea.

Video pengaduan Soima tersebut diunggah oleh seorang pengacara ternama melalui akun Instagram miliknya. @hotmanparisofficial.

“4 September viral di Hotman 911. Tanggal 5 September, Pondok Pesantren Darussalam Gontor akhirnya membuat press release bahwa benar anak tersebut meninggal akibat penganiayaan! Tapi kenapa manajemen tidak membuat surat pernyataan ke polisi, tapi hanya memecat pelakunya? Ayo Kapolda Jatim Segera Tangkap Pelakunya?? Untuk Kapolda Jatim menghubungi teman korban melalui telepon : @eenwierono 0813 6702 0000″, tulis Hotman Paris di keterangan sepatunya.

Video tersebut menunjukkan AM meninggal pada 22 Agustus 2022 sekitar pukul 06.45 WIB.

Namun, keluarga baru menerima kabar tersebut 3 jam kemudian atau pukul 10.00 WIB. Soima juga menduga putra sulungnya meninggal akibat penganiayaan di sebuah pondok pesantren.

Soima tampak tak kuasa menahan air matanya saat mengadukan apa yang menimpa anaknya, Hotman Paris.

Dalam video lainnya, Hotman Paris juga meminta Polda Jatim menanggapi kasus tersebut.

Keluarga merasa ada yang tidak beres dengan kematian putra mereka. Pasalnya, tubuh AM dikabarkan mengalami pendarahan hebat. Jadi, AM diduga meninggal karena dianiaya.

Kabar meninggalnya AM membuat Pesantren Modern Darussalam Gontora Ponorogo akhirnya buka suara.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan perwakilan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo Nur Syakhid, pihak pondok pesantren meminta maaf dan juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya AM.

Baca juga:   Heboh Wanita Pengemudi Mercy Terciduk Curi Cokelat di Alfamart, Endingnya Bikin Geram

“Kami sangat menyayangkan peristiwa yang menyebabkan meninggalnya almarhum. Dan sebagai pesantren yang bergerak di bidang pendidikan karakter anak, tentunya kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” ujar Nur Syahhid.

Pihak pondok juga meminta maaf kepada orang tua dan keluarga korban jika proses pengambilan jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka.

Selain itu, berdasarkan temuan tim student care ditemukan adanya dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian AM.

“Berdasarkan temuan tim pengasuhan siswa, kami menemukan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian almarhum,” jelasnya.

Selain itu, Ustaz Noor menyatakan bahwa pihaknya tidak menoleransi kekerasan di lingkungan Pesantren, apapun bentuknya.

Oleh karena itu, pada hari yang sama A.M. meninggal, pihak pondok pesantren langsung mengeluarkan santri yang diduga melakukan pencabulan terhadap A.M.

Pondok Pesantren Gontor pun menyerahkan kasus tersebut ke polisi dan siap menindak segala tindakan penegakan hukum terkait tewasnya A.M.

Kutipan dari detik.com, Polisi Ponorog diketahui tengah mengusut seorang santri di Pondok Pesantren modern Gontor, yang disiksa hingga tewas oleh temannya.

7 orang diperiksa sebagai saksi. Ini adalah 2 siswa, 2 dokter, 2 ustaz dan 1 guru.

“Tujuh saksi berinisial RM (santri), N (santri), 2 dokter, 2 ustadz dan 1 guru,” kata Kapolres AKBP Ponorogo Chatur Kakhiono Vibovo kepada wartawan.

Kathur mengatakan pihaknya sedang menjalankan penyelidikan maraton atas kasus tersebut. Dia mengatakan kecurigaan sementara perlakuan buruk AM dipicu oleh kesalahpahaman.

Dua siswa yang diperiksa sebagai saksi ternyata adalah siswa SMA dari sebuah pondok pesantren. Berdasarkan hasil awal, ternyata tidak hanya A.M. yang menjadi korban, ada 3 orang lagi yang juga menjadi sasaran kekerasan oleh pelaku.

BACA JUGA: Mas Bechi, putra Kiai Jombang yang menjadi tersangka pelecehan seksual mahasiswi, akhirnya menyerah

Baca juga:   Heboh Pemuda di Lampung Nikahi 2 Wanita Sekaligus yang Masih Sepupuan

Namun hingga saat ini belum ada saksi yang ditahan karena masih dalam pemeriksaan.